MEDAN — PelitaSemesta.com – Setelah tujuh bulan penantian, ketidakpastian itu akhirnya terjawab.
Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar secara resmi menerbitkan Surat Keputusan tentang susunan pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030.
Dalam SK tersebut, nama Andar Amin Harahap dikukuhkan sebagai Ketua DPD. Ia akan didampingi Viktor Silaen, SE., MM sebagai Sekretaris, dan Mula Rotua Siregar sebagai Bendahara.
“Benar, SK kepengurusan DPD Partai Golkar Sumut sudah keluar,” konfirmasi Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Yasyir Ridho Loebis, Senin 14 September 2026.
SK ini menutup babak panjang pasca Musda XI Golkar Sumut Februari 2026 lalu. Saat itu, Andar Amin ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Terpilih dengan dukungan penuh puluhan DPD Kabupaten/Kota.
Hingga berita ini diturunkan, DPP Partai Golkar belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan 7 bulan penerbitan SK.
Yasyir Ridho memastikan dirinya tidak masuk dalam struktur baru.
“Gak jadi apa-apa. Tugasku sudah selesai menyukseskan Musda Partai Golkar sampai SK terbit sesuai arahan sahabat saya Doli Kurnia Tanjung,” ujarnya.
3 TANTANGAN BESAR ANDAR AMIN DI GOLKAR SUMUT 2025-2030
Dengan SK di tangan, Andar Amin kini resmi memegang nahkoda. Tapi jalan ke depan tidak mudah. Ada 3 pekerjaan rumah besar yang menanti:
1. KONSOLIDASI INTERNAL & MENYEMBUHKAN LUKA
Tujuh bulan “vakum” pasca Musda pasti meninggalkan friksi. Ada kader yang kecewa, ada DPD yang menunggu kepastian.
Tugas pertama Andar: merangkul semua kubu*. Bukan hanya yang mendukungnya saat Musda, tapi juga yang berseberangan. Tanpa soliditas internal, mustahil bicara kemenangan.
2. MENAIKKAN ELEKTABILITAS & KEMENANGAN PILKADA 2027-2029
Target Golkar di Sumut jelas: merebut kursi strategis di Pilgub, Pilkada Kota/Kab, dan Pileg 2029.
Andar dituntut mampu melahirkan kader-kader petarung di 33 kabupaten/kota. Bukan sekadar pengurus, tapi mesin politik yang bekerja 24 jam. Ujian terdekat: Pilkada Serentak 2027.
3. MEMBANGUN CITRA “GOLKAR BARU” YANG DEKAT DENGAN RAKYAT
Era politik sekarang beda. Rakyat butuh partai yang hadir di tengah persoalan: banjir, kemiskinan, harga pangan, hingga sengketa tanah ulayat.
Andar harus memposisikan Golkar Sumut bukan sebagai “partai penguasa”, tapi “partai solusi”. Program harus turun ke desa, bukan hanya rapat di hotel.
“Ini bukan garis finish. Ini garis start,” demikian pesan yang mengemuka.
Kini semua mata tertuju: Mampukah Andar Amin membawa Golkar Sumut kembali ke masa kejayaannya?.(DTT)













-
-