Ganda Masalah MBG Padang Lawas: Korwil Diduga Pungli + Data Ka.SPPG Yayasan Al-Mukhlishin Acak-Adut di Portal

Ini bukan salah ketik, Ini kelalaian fatal yang bisa jadi pintu pungli dan manipulasi data

PADANG LAWAS – PelitaSemesta.com – Dugaan pungli Korwil MBG belum selesai, muncul borok baru. Data Kepala SPPG Yayasan Al-Mukhlishin Padang Lawas acak-adut di portal resmi BGN. Nama, NIK, email, no HP yang muncul bukan orangnya. Ini celah serius yang bisa disalahgunakan oknum.

Informasi dihimpun dari perwakilan yayasan, Fitri Khairani Daulay, Senin 2/6/2026. Yayasan Al-Mukhlishin sudah punya SK Kepengurusan resmi, tapi data di sistem MBG masih nyangkut ke orang lama.

Data Benar vs Data Sampah di Portal  SKEP No. 63375 Urut SPPI 108:

*Nama http://Ka.SPPG*: AHMAD ALWI HAKIM LUBIS

*NIK*: 1213011****10002

*Email*: ahmadalwihakimlubis@gmail.com

*No.HP*: 085359****66

*Data Salah yang Masih Nangkring di Portal:*

*Nama http://Ka.SPPG*: Muhammad Tongku Kari Hasan Harahap

*NIK*: 122107****000003

*Email*: tongkukari99@gmail.com

*No.HP*: 085269****69

*Identitas SPPG:*

*ID SPPG*: EVSE6PXX

*Yayasan*: Yayasan Al-Mukhlishin Padang Lawas

*BA Verval*: No. 62/BA/VERVAL/JAKARTA/II/2026, 27 Februari 2026

*Status*: Belum operasional

*Bank/VA*: BNI 52********45600

*Perwakilan*: Fitri Khairani Daulay | NIK 1203126****40002

“Ini Bukan Salah Ketik, Ini Kelalaian Fatal”

Perwakilan yayasan geram. SPPG belum operasional tapi data http://Ka.SPPG sudah salah. Kalau ini dibiarkan, dana MBG yang masuk ke VA BNI 52********45600 rawan disalahgunakan orang yang namanya masih “nangkring” di portal.

“Skep sudah jelas nama Ahmad Alwi Hakim Lubis. Kok di portal masih nama orang lain? Ini bukan salah ketik. Ini kelalaian fatal yang bisa jadi pintu pungli dan manipulasi data,” tegas perwakilan Dapur MBG.

Ia mendesak BGN Pusat + IT MBG langsung bereskan. “Jangan tunggu ada korban baru gerak. Benahi data, kunci akses, audit siapa yang ganti-ganti data http://Ka.SPPG tanpa dasar SKEP,” desaknya.

Korwil + Data Kacau = Kombo Maut Korupsi, ini yang bikin ngeri. Di satu sisi Korwil diduga minta “uang jasa” ke dapur. Di sisi lain data http://Ka.SPPG resmi tidak sinkron. Kombinasi ini rawan: dana MBG bisa mengalir ke rekening orang yang salah, di bawah kendali oknum yang salah.

“Presiden Prabowo sudah gariskan: zero tolerance. Kalau data http://Ka.SPPG saja nggak beres, gimana mau jaga triliunan anggaran MBG? BGN Pusat harus sikat tuntas, copot Korwil yang bandel, dan benahi sistem portal,” ujar sumber dari kalangan dapur MBG.

Hingga berita diturunkan, konfirmasi ke Korwil MBG Padang Lawas belum direspon. BGN Pusat diharapkan segera klarifikasi dan publikasikan hasil perbaikan data.

_DTT_

 

 

-    -    -