PADANGSIDIMPUAN — PelitaSemesta.com — Sebuah instruksi datang dari puncak. Tanpa basa-basi, barisan prajurit sipil RAMPAS SETIA 08 TABAGSEL langsung mengangkat bendera perang. Bukan perang senjata, tapi perang pengawasan — memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak sekadar angin lalu di atas meja para birokrat.

Wilayah operasi mereka luas dan berat: Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padanglawas Utara, hingga Kabupaten Padanglawas. Lima wilayah, satu komando.
“Kami Siap Jadi Tameng Rakyat”
Ketua RAMPAS SETIA 08, Erijon Damanik, tak menyembunyikan api di matanya, di dampingi Sekretaris Purba Ritonga, SH dan Satgas Fadly Harris, Dalam jumpa pers di Kantor Korwil RAMPAS 08 Tabagsel, Jl. Rajainal Siregar No.49, Batunadua, Jumat (19/6/2026), ia menyampaikan sikap tegas bawahannya.
“Sesuai arahan dan instruksi tegas Ketua Umum kami, T. Helmi, kami RAMPAS SETIA 08 siap mengawal program MBG di sini,” ujar Erijon, suaranya tak bergetar. “Bukan sekadar hadir, tapi hadir dengan tujuan.”
Turun Gunung, Bukan Pencitraan
Erijon membuktikan bahwa omongan kosong bukan bahasa mereka. Seluruh jajaran pengurus dan personil RAMPAS 08 TABAGSEL akan dikerahkan ke lapangan. Targetnya satu: memastikan setiap piring bergizi benar-benar tersaji di meja anak-anak, bukan nyangkut di tengah jalan karena ketidakpedulian.
“Kami akan persiapkan semua jajaran pengurus RAMPAS 08 TABAGSEL untuk mengawal MBG hingga ke pelosok daerah. Khususnya di wilayah hukum Tapanuli Bagian Selatan,” sambungnya, nada tegasnya mengisi ruangan.
Bagi Erijon, MBG bukan sekadar program. Ia adalah amanah strategis negara yang harus dijaga dengan strategi pula — strategi yang menyentuh akar rumput, bukan berputar di koridor ber-AC.
RAMPAS SETIA 08, tegasnya, siap menjadi mata yang tak perlu tidur dan telinga yang selalu terbuka untuk suara rakyat di lapangan.
Bukan Organisasi Bayangan, Tapi Kekuatan Sipil
Langkah ini bukan sekadar pernyataan. Ini adalah bukti bahwa di bawah komando Ketua Umum T. Helmi, RAMPAS SETIA 08 hadir bukan sebagai organisasi yang hanya eksis di atas kertas, tapi sebagai kekuatan sipil yang berani pasang badan — mengawal program pemerintah pro-rakyat sampai titik darah penghabisan. (H.Amir.Hrp)













-
-