Rampas Setia 08 Berdaulat : Prabowo Tunjukkan Taring, Sikat Korupsi BGN Jadi Peringatan Keras – “Jangan Main-Main dengan Gizi Anak Bangsa!”

"Hukum di Indonesia tegak lurus. Tidak ada ruang abu-abu. Apalagi untuk yang main-main dengan perut dan masa depan anak Indonesia."

JAKARTA – PelitaSemesta.com – Presiden Prabowo Subianto tak main-main. Dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional langsung disikat tanpa kompromi. Ketum Rampas Setia 08 Berdaulat T. Helmi menyebut ini tamparan keras untuk semua pejabat nakal: era “main belakang” sudah tamat.

“Prabowo kirim pesan jelas ke seluruh birokrasi. Zero tolerance itu nyata, bukan slogan. Siapa pun yang berani korupsi dana gizi anak bangsa, bersiap berurusan dengan hukum,” tegas T.Helmi dalam rilis, Kamis 4/6/2026.

*Garis Merah Prabowo: Mafia Gizi = Pengkhianat Masa Depan*

T.Helmi menegaskan BGN bukan proyek biasa. Ini “mandat suci” untuk melahirkan generasi cerdas, sehat, dan kompetitif demi Indonesia Emas 2045. Menyentuh anggaran BGN sama saja merampok masa depan 20-30 tahun ke depan.

“Ini bukan korupsi biasa. Ini pengkhianatan. Presiden Prabowo paham betul: rusak gizi anak hari ini, hancur bangsa besok. Makanya beliau sikat habis tanpa pandang bulu,” ujarnya.

 

Menurut T.Helmi, langkah berani Prabowo mematahkan mitos “tebang pilih” dan “kebal hukum”. Mantan Menhan itu membuktikan ucapannya: habisi mafia yang bikin rakyat sengsara.

*Doktrin Baru Birokrasi Prabowo: Bersih dari Atas, Sanksi dari Bawah*

Ketum Rampas 08 menyebut tindakan ini sebagai “doktrin baru” reformasi birokrasi. Prabowo mempraktikkan filosofi membersihkan dari pucuk pimpinan tertinggi. Ini early warning system paling nyata sejak Reformasi 1998.

“25 tahun kita bicara KKN. Hari ini Prabowo buktikan dengan tindakan. Ini sistem peringatan dini: ego sektoral, keserakahan pribadi, kongkalikong proyek – semua akan dilibas,” tegasnya.

Ia memperingatkan keras para pejabat: jangan coba-coba jadikan program Prabowo sebagai bancakan. “Kepentingan rakyat nomor satu. Titik. Yang utamakan perut sendiri, silakan angkat kaki dari kekuasaan,” kata T.Helmi.

*Koordinasi Tajam, Wibawa Negara Pulih*

T.Helmi juga memuji kecepatan dan solidnya koordinasi eksekutif dengan APH. Transparansi proses hukum di BGN dinilai mengembalikan public trust yang selama ini terkikis.

“Rakyat butuh pemimpin yang berani. Prabowo tunjukkan itu. Wibawa negara kembali, kepercayaan publik naik, dunia internasional lihat Indonesia serius berantas korupsi,” tutupnya.

Pesan terakhir T. Helmi untuk koruptor: “Hukum di Indonesia tegak lurus. Tidak ada ruang abu-abu. Apalagi untuk yang main-main dengan perut dan masa depan anak Indonesia.”_( Erijon DTT)_

 

 

-    -    -