Cegah Korban Jiwa, Tim Dosen Politeknik Negri Medan Gembleng 120 Siswa SMKN 1 Pantai Labu dengan Sosialisasi K3

_Post-test Catat Peningkatan Pemahaman 85%. Sekolah Diminta Bentuk Satgas K3 Sebelum Siswa Turun PKL_

DELI SERDANG – Pelitasemesta.com – Ratusan siswa SMKN 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, digembleng langsung soal Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tameng awal sebelum mereka terjun ke Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan dunia industri.

Sebanyak 120 siswa kelas XI dari 8 jurusan mengikuti kegiatan yang diisi tim dosen dari Universitas Politeknik Negri Medan. Mereka adalah Rizky Franchitika, M. Rizki, dan Alfiani dari Jurusan Teknik Sipil. Serta Nurkhasanah, Soraya Muthma, dan Dinnie Ananda Rizky dari Jurusan Manajemen Rekayasa Konstruksi Gedung, dengan narasumber Nurkhasanah.

“Kenapa K3 Mendesak?”

Kepala SMKN 1 Pantai Labu menegaskan, bengkel dan laboratorium di sekolah vokasi adalah area rawan. Data Indonesia Safety Center 2024 mencatat sektor konstruksi menyumbang 40% dari 319.382 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Sementara Kemnaker mencatat 462.241 kasus sepanjang 2024.

Ironisnya, salah satu penyebab utama adalah rendahnya kesadaran K3. Kasus siswa SMK di Tuban yang tewas tersengat listrik saat praktik mesin bubut menjadi tamparan keras bahwa APD dan prosedur aman bukan main-main.

“Observasi kami menunjukkan banyak siswa menganggap APD itu beban, bukan pelindung. Polanya karena ‘senior juga tidak pakai dan aman-aman saja’,” ujar perwakilan tim, Rizky Franchitika.

Metode: Dari Teori, Simulasi, Sampai Kahoot!

Sosialisasi dikemas tidak membosankan. Tim memulai dengan pre-test, lalu memutar video kecelakaan kerja nyata untuk mematahkan mitos “senior aman”.

Siswa diajak langsung praktik: cara pakai APD yang benar mulai dari _head protection, eye & face protection, respiratory protection, hand, body, hingga foot protection_. Khusus jurusan TP dan TBSM memakai _wearpack, safety shoes, googles, earplug_. Jurusan TB memakai apron dan sepatu anti-slip. Jurusan RPL/TKJ memakai gelang antistatik dan obeng terisolasi.

Puncaknya, simulasi evakuasi darurat dan kuis interaktif via Kahoot! selama 30 menit untuk mengunci pemahaman.

Hasil: Pemahaman Naik 50%

Evaluasi post-test menunjukkan hasil signifikan. Pemahaman simbol K3 naik dari 40% menjadi 90%. Prosedur keadaan darurat dari 35% menjadi 80%. Dan penggunaan APD yang benar melonjak dari 50% menjadi 95%.

Rata-rata peningkatan pemahaman peserta mencapai 85%.

Temuan di Lapangan & Tuntutan

Tim juga mencatat 4 PR besar di sekolah:

1. Mindset Siswa: APD dianggap tidak penting karena meniru senior.

2. Rambu Lemah: Minimnya signage peringatan di area bengkel.

3. Disiplin: Belum ada sanksi konsisten untuk pelanggar K3.

4. APD Terbatas: Jumlah dan kelayakan APD tidak sebanding dengan jumlah siswa praktik.

“Karena itu, sosialisasi ini sifatnya mendesak. K3 harus jadi budaya, bukan acara seremonial,” tegas tim.

Kesimpulan & Saran Tegas untuk Sekolah

Kegiatan ini berhasil menanamkan kesadaran kolektif. Namun agar tidak padam, tim mendesak SMKN 1 Pantai Labu untuk:

1. Bentuk SATGAS K3 Sekolah dan sahkan SOP K3 di tiap ruang praktik.

2. Wajibkan Safety Briefing sebelum praktikum dan masukkan poin K3 ke penilaian siswa.

3. Penuhi APD, APAR, dan P3K secara berkala dan terapkan budaya 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.

4. Selaraskan Standar K3 sekolah dengan regulasi DUDI tempat siswa PKL.

Dengan begitu, lulusan SMKN 1 Pantai Labu tidak hanya terampil, tetapi juga selamat saat bekerja.

K3 SMKN1 Bisa Politeknik Negeri Medan DeliSerdang. (DTT)

 

-    -    -