JAKARTA – PelitaSemesta.com – Aroma perubahan besar tercium dari Jalan Kertanegara! Di tengah kepungan gurita oligarki yang kian mencekik leher bangsa, sebuah pertemuan bersejarah pecah pada Jumat malam (30/01).
Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan memanggil tokoh-tokoh “Singa Podium” yang selama ini paling vokal menyuarakan penderitaan rakyat, termasuk Said Didu, Siti Zuhro, hingga Susno Duadji. Ini bukan sekadar silaturahmi basa-basi! Ini adalah deklarasi perlawanan terhadap sistem yang mulai membusuk.
Saatnya Merobohkan Penghalang Keadilan!
Said Didu dengan lantang menegaskan bahwa musuh nyata bangsa ini bukanlah Presiden, melainkan “Geng Oslo Oligarki” yang menjadi pagar berduri di sekeliling kekuasaan.
Mereka adalah tangan-tangan penindas yang menjadikan kedaulatan rakyat sebagai barang dagangan demi memperkaya diri dan kelompok!
Poin krusial yang harus disadari setiap anak bangsa:
SDA Dirampas:
Kekayaan alam kita sedang dikeruk habis oleh segelintir orang, sementara rakyat hanya mendapat ampasnya!
Hukum Diperjualbelikan:
Institusi penegak hukum harus segera dibersihkan dari intervensi “pemesan” perkara!
Kedaulatan Rakyat Digadaikan: Parlemen jangan lagi jadi “mall” tempat transaksi kepentingan elit yang mengkhianati suara pemilih!
Rebut Kembali Kedaulatan Kita!
Wahai rakyat Indonesia, kedaulatan bukan diberikan sebagai hadiah, tapi harus DIREBUT kembali dari tangan-tangan kotor para penindas!
Kita tidak boleh lagi menjadi penonton saat tanah, air, dan hak-hak kita dijarah oleh kekuatan oligarki yang merasa di atas hukum.
Presiden sudah membuka pintu dialog, kini giliran kita merapatkan barisan! Jangan biarkan suara kritis padam. Kawal setiap janji, awasi setiap kebijakan, dan pastikan kedaulatan mutlak kembali ke tangan rakyat jelata, bukan di tangan segelintir “cukong” politik!
Keadilan harus tegak meski langit runtuh!
#LawanOligarki
#KedaulatanRakyat
#KawalPrabowo #IndonesiaAdilMakmur
#SaidDidu
#RAMPAS SETIA 08 BERDAULAT
(Erijon Damanik)











-
-