Dugaan  Bantuan Mencuat Setelah Beredar Unggahan Di Media Sosial 

Kalau pun dipakai alat bantuan pertanian itu, enggak akan kuat itu buat narik kayu,"

Padangsidimpuan – PelitaSemesta.com – Penggunaan alat berat berupa traktor atau Jonder di kawasan penebangan kayu di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menuai sorotan publik. Alat tersebut diduga merupakan traktor bantuan pertanian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang digunakan tidak sesuai peruntukan.

Dugaan itu mencuat setelah beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas alat berat menyerupai traktor pertanian berada di lokasi penebangan kayu. Dalam unggahan tersebut, dengan narasi meminta Kapolri beserta jajarannya untuk menyita alat yang diduga bantuan pemerintah, serta mengingatkan agar penegakan hukum segera dilakukan guna mencegah tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat atau keluarga yang merasa dirugikan.

Terkait dugaan tersebut, wartawan mengonfirmasi langsung kepada pengusaha penebang kayu, Anggara Fatur Rahman Ritonga, yang didampingi ayahnya, Juswardi Ritonga, yang juga pernah menjabat KUPT P Keduanya membantah keras bahwa alat berat yang digunakan merupakan bantuan dari sektor pertanian.

“Alat itu bukan bantuan dari pertanian. Traktor tersebut dibeli secara pribadi,” ujar Anggara Fatur Rahman Ritonga saat dikonfirmasi, Selasa (8/12).

Hal senada juga disampaikan oleh Ayah Anggara, Ia menegaskan bahwa traktor yang terlihat dalam dokumentasi tersebut bukan merupakan alat bantuan pertanian dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Bukan alat bantuan. Itu alat yang dibeli, bukan inventaris atau bantuan dari pertanian provinsi,” kata Juswardi Ritonga menegaskan, Senin sore saat bertemu dikediamannya di sipirok (8/12/2025).

“Kalau pun dipakai alat bantuan pertanian itu, enggak akan kuat itu buat narik kayu,” tambah Juswardi.

Meski demikian, isu ini tetap menyita perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum tetap melakukan pengecekan lapangan guna memastikan asal-usul alat berat tersebut.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Bupati Tapanuli Selatan terlah merilis 11 BOS Penebang Kayu PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah) termasuk didalamnya , Anggara Fatur Rahman Ritonga.

Adapun 10 lainnya Bos Penebang Kayu diantaranya:

1. Jalaluddin Pangaribuan luas 20 hektare lokasi di Desa Gunung Binanga, Kecamatan Marancar.

2. Jont Anson Silitonga luas 25 hektare lokasi di Aek Godang, Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse.

3. Muhammad Nur Batubara luas 15 hektare lokasi di Desa Padang Mandailing Garugur, Kecamatan Saipar Dolok Hole.

4. Muhammad Agus Irian luas 21 hektare lokasi di Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok.

5. Irsan Ramadan Siregar luas 11 hektare lokasi di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole.

6. Hamka Hamid Nasution luas 20 hektare lokasi di Desa Ulumais Situnggaling, Kecamatan Saipar Dolok Hole.

7. Feri Saputra Siregar 20 hektare lokasi di Desa Marsada Kecamatan Sipirok.

8. David H. Panggabean 19,8 hektare lokasi di Desa Somba Debata Purba Kecamatan Saipar dolok Hole.

9. Ramlan Hasri Siahaan 45 hektare lokasi di Kelurahan Arse Nauli Kecamatan Arse.

10. Asmadi Ritonga 14 hektare lokasi Desa Padang Mandailing Kecamatan Saipar Dolok Hole. ( H.Amir )

-    -    -